Penulis: s4hrul

PONDOK PAKYA

Posted on Updated on

KEJADIAN tragis menggemparkan negara 27 tahun lalu di Sekolah Menengah Agama Taufikiah Khairiah Al-Halimiah atau lebih dikenali sebagai Pondok Pak Ya sudah pasti menjadi lipatan sejarah yang sukar dipadam buat keluarga yang melaluinya.

Kebakaran membabitkan asrama puteri pondok terbabit pada 22 September 1989 sudah pasti mengimbau peristiwa pahit yang masih terpahat di sanubari, mengakibatkan 27 pelajar terkorban.

Apatah lagi, kesemua 27 syuhada kini disemadikan di tanah perkuburan khas tidak jauh dari lokasi kejadian dekat Padang Lumat, Yan, Kedah.

Ia juga dilihat memudahkan ahli keluarga, saudara dan sahabat menziarahi perkuburan itu selain mengingati musibah yang menimpa mereka pada pagi Jumaat itu.

Di pusara mereka yang mengharum, terkubur bersama impian dan harapan yang kini menjadi doa yang dititipkan saban Baca entri selengkapnya »

Falsafah Islam

Posted on Updated on

Daar Al-Ghazaly – Pengertian falsafah adalah suatu kata sarapan dari bahasa Yunani “Failushopia” yakni Failu ( Cinta ) Shopia ( Hikmah) dalam arti kata Cinta dan Kebijaksanaan. Kemunculan kata Falsafah bermula sejak tahun 7 SM di Yunani, ketika itu para Failusuf  berkumpul mendiskusikan alam semesta, kehidupan dll. Sejak itu lahir lah Failusuf terkenal Plato, Socrat dan Aristoteles.

Ditinjau dari segi pembagian Falsafah terbagi kepada dua bagian, Falsafah Am ( umum) dan Khas ( Khusus). Falsafah Am kembali kepada zaman Yunani kuno yang terkonsentrasi terhadap pembahasan Uluhiyyah ( Ketuhanan ) sedangkan Falsafah Khas lebih memfokuskan kajiannya terhadap disiplin-disiplin ilmu baru seperti Mantiq, Usul Fiqh dll.

Setiap wilayah  memiliki keunikan falsafah masing-masing, karena latar belakang budaya dan letak georafis membuat cara berpikir penduduk tersebut berbeda-beda, ada falsafah berasaf dari barat, falsafah timur, falsafah islam dan lain-lain. Sekalipun berbeda wilayah dan letak geografis tujuan para Failusuf adalah untuk mencapai kepada kebenaran serta cinta akan kebijaksanaan. Baca entri selengkapnya »

Seminar Memberantas Penuluran Syiah

Posted on Updated on

Photo oleh: Kuliyyah Usuluddin Society KUIN

Alor Setar –   Dalam rangka mengantisipasi kelompok aliran syiah di Kedah, Kolej Universiti Insaniah ( KUIN ) telah menyelenggarakan seminar ” Membanteras Penularan Syiah di Negeri Kedah Darul Aman” pada senin (01/04/2014) berlangsung di Dewan Sultan Abdul Halim Muadzan Shah, Kuin yang dihadiri sekitar 300 Mahasiswa kuin dan dosen-dosen KUIN serta masyarakat setempat.

Seminar kali ini menghadirkan tiga narasumber hebat,  Sohibus Samahah Dato Paduka Syeikh Baderudin Hj.Ahmad(Mufti Kedah) DR. Ridho Uwais ( Wakil Dekan Usuluddin) , dan DR. Taher Zaydan ( Dosen Usuluddin). Narasumber pertama dibawa oleh DR. Uwais membentangkan tentang perbedaan aqidah Ahlu Sunnah Wal Jamaah dengan Syiah.

“Perbedaan aqidah yang paling menonjol antara syiah dan Aswaja (Ahlu Sunnah Wal Jamaah)  terdapat pada konsep Imamah, syiah menyakini Imamah adalah ajaran pokok dalam aqidah yang wajib ditaati seluruh pengikutnya, seorang Imam dalam syiah maksum ( terpelihara dari dosa dan kesalahan) dan masih menerima wahyu sebagaimana para anbiya, sedangkan dalam aqidah Aswaja seorang Imam tidak maksum dan tidak pula menerima wahyu.” terang Dr. Ridho Uwais dosen yang berkelulusan Azhar Syarif. Baca entri selengkapnya »

Al-Ulama Terdahulu

Posted on Updated on

Ilustrasi '' Hari ini adalah menatap dan menata, berbutlah !
Ilustrasi ” Hari ini adalah menatap dan menata, berbutlah !

Para ulama terdahulu terkenal dengan kegigihan mereka dalam menuntut ilmu. Yang membuat mereka tak pernah putus asa dalam menuntu ilmu adalah keikhlasan dalam hati untuk menyebarkan risalah Ilahi. Tidak heran, hampir keseluruhan hidup mereka hanya disisahkan untuk mengkaji Al-Quran, Al Hadist, dan ilmu-ilmu lain.

Jika dibaca sebagian riwayat hidup mereka, ada diantarnya tidak sempat menikah lantaran kesibukan mereka menuntut ilmu. Kebiasaan para ulama terdahulu membesar di rantau orang dan di perjalanan untuk berguru dari masyaikh al-mu’tabar ( guru-guru yang terkenal )di seluruh pelosok dunia.

Diantara dorongan yang membuat mereka gigih untuk keluar menuntut ilmu ialah kerasnya kehidupan di kampung mereka tinggal, tekanan dari pemerintahan setempat dan kurangnya minat penduduk setempat terhadap ilmu.

Dalam perjalanan, ada yang wafat di rantau orang sebelum sempat kembali ke kampung tercinta, ini menunjukkan bahwasaya mereka banyak menghabiskan waktu diperantauan dan perjalanan menimba ilmu. Baca entri selengkapnya »

Angin Puting Beliung Hantam Kafe Remang-remang di Sidimpuan

Posted on Updated on

P.SIDIMPUAN : Angin puting beliung menghantam puluhan kafe remang-remang dan sejumlah rumah warga di Jalan By Pas (JB) Kec.Padangsidimpuan Tenggara, Kota Padangsidimpuan,Jumat (21/3) sore.

Akibatnya, atap rumah warga yang terkena hantaman angin puting beliung beterbangan, bahkan sebagian rumah warga rata dengan tanah.

Menurut warga setempat  Maskuddin Harahap,angin puting beliung terjadi sekira setengah jam, sehingga meratakan rumah miliknya sekaligus tempat berjualan makanan dan minuman dan warung lain.

 “Angin kencang mulai menerjang rumah warga setengah jam. Saat itulah atap rumah warga beterbangan. Bahkan, warga kucar-kacir menyelamatkan diri,’’ungkap Maskuddin.

Informasi diperoleh Waspada di lokasi, ada tiga rumah sama sekali rata dengan tanah;termasuk milik Maskuddin,Ilman, Lufti dan puluhan pondok tertutup tenda biru diduga tempat mesum diobrak-abrik angin yang mengganas itu.

Baca entri selengkapnya »

Luasnya Bahasa Arab

Posted on Updated on

berdoa-_120117131734-208Daar Al-Ghazaly –  Makna dari suatu bahasa itu luas sekali, contoh dalam bahasa arab banyak sekali kata-kata yang memiliki pengertian lebih dari satu sehingga penggunaan bahasa tersebut sering disalah artikan oleh A’jami ( Orang Ajam/bukan penutur bahasa).

Seorang pemula yang sedang belajar bahasa arab hanya akan terfokus kepada kata-kata bahasa yang dipelajarinya di buku-buku bacaan sekolah tanpa mendalami dan mengetahuai pengertian luasnya. Selain itu, seorang pemula cenderung memiliki perbendaharan bahasa yang cukup sedikit sehingga pemahamannya terhadap suatu kata-kata bahasa arab sempit.

Contoh dalam hal berikut, suatu ketika diadakan majlis pembacaan “Ratib Al-Haddad” yang dipimpin seorang Alim. Di akhir majlis seorang jamaah berkomentar tentang penggunaan kata “Adayanana” di dalam doa yang dibacakan, komentarnya terkesan menyalahkan Ulama penyusun Ratib Al-Haddad tersebut. Baca entri selengkapnya »