Seminar Memberantas Penuluran Syiah

Posted on Updated on

Photo oleh: Kuliyyah Usuluddin Society KUIN

Alor Setar –   Dalam rangka mengantisipasi kelompok aliran syiah di Kedah, Kolej Universiti Insaniah ( KUIN ) telah menyelenggarakan seminar ” Membanteras Penularan Syiah di Negeri Kedah Darul Aman” pada senin (01/04/2014) berlangsung di Dewan Sultan Abdul Halim Muadzan Shah, Kuin yang dihadiri sekitar 300 Mahasiswa kuin dan dosen-dosen KUIN serta masyarakat setempat.

Seminar kali ini menghadirkan tiga narasumber hebat,  Sohibus Samahah Dato Paduka Syeikh Baderudin Hj.Ahmad(Mufti Kedah) DR. Ridho Uwais ( Wakil Dekan Usuluddin) , dan DR. Taher Zaydan ( Dosen Usuluddin). Narasumber pertama dibawa oleh DR. Uwais membentangkan tentang perbedaan aqidah Ahlu Sunnah Wal Jamaah dengan Syiah.

“Perbedaan aqidah yang paling menonjol antara syiah dan Aswaja (Ahlu Sunnah Wal Jamaah)  terdapat pada konsep Imamah, syiah menyakini Imamah adalah ajaran pokok dalam aqidah yang wajib ditaati seluruh pengikutnya, seorang Imam dalam syiah maksum ( terpelihara dari dosa dan kesalahan) dan masih menerima wahyu sebagaimana para anbiya, sedangkan dalam aqidah Aswaja seorang Imam tidak maksum dan tidak pula menerima wahyu.” terang Dr. Ridho Uwais dosen yang berkelulusan Azhar Syarif.

Dr. Ridho menambahkan “Syiah mengklaim bahwa Allah SWT wajib mengutus para Rasul terhadap ummatnya, sementara dalam aqidah Aswaja perkara ini tidak wajib bagi Allah SWT. Syiah juga memiliki banyak golongan, diantara kelompok yang masyhur ialah Syiah Zaydiah, Syiah Ismailiyyah, dan Syiah Imamiah Itsna Asyariyah ( Rafidah ). Lima perkara usuluddin (asas kepercayaan) dalam mazhab Syiah adalah Tauhid, Adalah, Qiyyamah, Nubuwwah, dan Imamah. Jelas ini sangat berbeda dengan aqidah Aswaja. Disini mereka mengklaim bahwa Imam adalah pengganti Rasul yang mempunyai peranan penting dalam hal duniawi maupun ukhrawi.” Pungkasnya.

Selanjutnya pemakala kedua Dr. Taher Zaydan menyampaikan kertas kerjanya tentang “Media Penyebaran Syiah” ” media yang sering digunakan oleh kelompok syiah dalam menyebarkan ajarannya ada dua macam, pertama targib (ajakan) da tarhib ( ancaman ) melalui nikah mut’ah, pemberian bantuan berupa uang tunai, dan menyusup kepada ahli bait Rasullullah SAW. Tiga perkara ini merupakan metode yang paling sering digunakan ketika beraksi mengajak pengikutnya, apalagi nikah mut’ah sudah barang tentu semua orang tergiur dengan tawaran ini  dan perlu diketahui nikah mut’ah haram hukumya disisi syara’, semua ulama sepakat atas pengharamannya.” Terang Dr. Uwais dosen usuluddin di universitas KUIN.

“Selain itu, metode tarhib ( ancaman) syiah melakukan  progpoganda di wilayah Sunni, peperang, pembunuhan seperti yang terjadi sekarang di Suriah. Para pemeluk syiah didoktrin untuk menguasai harta-harta orang sunni karena perkara ini halal bagi mereka atas dasar seruan oleh imam mereka. disamping itu mereka juga giat mengadakan hawzah ( Halaqoh-halaqoh) tempat mereka menimba ilmu dan belajar banyak hal tentang syiah.” Ungkapnya.

Seminar dilanjutkan oleh Dato Mufti kedah, beliau menyapaikan ” kita terus bertekad memberantas syiah di Kedah ini, dan umumnya di Malaysia, ketahuilah konsep aqidah kita berpegang kepada aqidah Ahlu sunnah Wal jamaah dan bermazhab syafi’i secara umumnya. kami dari pihak mufti sangat mendukung acara seperti ini,  semoga semua yang hadir dapat mengambil pelajaran.” ungkapnya dalam kata pendahuluan.

Ada suatu cerita yang menarik di sela-sela ceramah Datu Mufti K edah “bebera hari yang lalu, saya mendapat sms dari seorang berbangsa arab, sms tersebut berbahasa arab yang mengatakan bahwasanya Pesawat MH 370 yang hilang sedang disembunyikan oleh Imam mahdi al muntazhor dan diharap kepada seluruh penduduk Malaysia agar membenarkan ajaran Syiah salah satu ajaran resmi di Negara itu, kalau ingin pesawat itu kembali dengan selamat.”kata Datu mufti penuh gelak.  Ini sepekulasi baru yang membuat satu dewan tertawa serentak.

Datu Mufti melanjutkan bicaranya “ajaran syiah begitu aktif memberikan dana kepada pengikutnya, seperti kisah berikut, seorang anak muda pakistan pernah bertemu dengan saya, saya diminta untuk menikahkan seorang janda dengan pria pakistan tersebut. Dalam pengakuannya, pria pakistan itu banyak  memproleh uang dari kelompok syiah yang berhampiran rumah kontrakannya. ”Saya dulu tidak memiliki kereta sekarang punya, saya dulu tidak memiliki mobil sekarang punya.” luahan hatinya. Ini adalah bukti nyata bahwa mereka sangat aktif membagi-bagikan dana kepada mereka yang sedang memerlukan.” terangnya.

“Akhir sekali, saya mengimbau kepada semua lapisan masyarakat agar berhati-hati dengan ajaran syiah yang sesat ini, karena semua syiah yang ada di Malaysia, khususnya yang ada di Kedah adalah syiah Rafidah, syiah yang melaknat para khulafau Ar rasyidin kecuali Syaidina Ali bin Abi Thalib, melaknat para sahabat-sahabat Rasullallah SAW,  syiah yang mentakhrifkan (menambah dan menukar ) isi Al Quran. Diharapkan semua dapat mengambil pelajaran dari seminar yang sangat bermanfaat ini.” tutupnya dengan Alhamdullilah.

Jumlah syiah di Malaysia pada tahun 2013 mencapai 300.ooo dan pada akhir tahun mendekati 1 juta orang pemeluk syiah di Malaysia, Info dari moderator.

Daar Al Ghazali, Selasa, 01 April 2013.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s