Luasnya Bahasa Arab

Posted on Updated on

berdoa-_120117131734-208Daar Al-Ghazaly –  Makna dari suatu bahasa itu luas sekali, contoh dalam bahasa arab banyak sekali kata-kata yang memiliki pengertian lebih dari satu sehingga penggunaan bahasa tersebut sering disalah artikan oleh A’jami ( Orang Ajam/bukan penutur bahasa).

Seorang pemula yang sedang belajar bahasa arab hanya akan terfokus kepada kata-kata bahasa yang dipelajarinya di buku-buku bacaan sekolah tanpa mendalami dan mengetahuai pengertian luasnya. Selain itu, seorang pemula cenderung memiliki perbendaharan bahasa yang cukup sedikit sehingga pemahamannya terhadap suatu kata-kata bahasa arab sempit.

Contoh dalam hal berikut, suatu ketika diadakan majlis pembacaan “Ratib Al-Haddad” yang dipimpin seorang Alim. Di akhir majlis seorang jamaah berkomentar tentang penggunaan kata “Adayanana” di dalam doa yang dibacakan, komentarnya terkesan menyalahkan Ulama penyusun Ratib Al-Haddad tersebut.

Padahal penyusun Ratib -Al-Haddad adalah seorang ulama tersohor dijamannya, stiqqoh, aabid, dikagumi, disukai banyak kalangan masyarakat karena ilmunya yang luas  dan tawadu’, sudah barang tentu beliau sangat teliti ketika menulisnya. Beliau juga shohib lughah, ahli dalam bahas arab menguasai nahwu dan sorf secara mendalam serta menyukai sajak-sajak berbahasa arab.

Kemudian, pemimpin majlis memberikan tanggapannya “Saudara perlu ketahui kata “Adayanana” dalam doa “Allahumma Inna Nastahfizudzuka Wanastaudiukua Adayanana wa Abdanana wa Anfusana Wa amwalana wa Ahlana Wa kulla Syaiin A’thoitana, ( Hal 54, Sabilu Al-Muhtadin ). bukan yang seperti  saudara maksud yakni agama-agama termasuk didalamnya Nasrani, Yahudi, Buddha dll.

Disini kata “Adayanana” yang dimaksud oleh penyusun Ratib ialah Sholat, Zakat, Haji dan sebagainya. Dan itu termasuk ke dalam pengertian luas Addin jama’ Adayanana. ” Asholatu Imanuddin” sholat adalah tiang agama. Doa  itu memohon kepada Allah SWT agar menjaga hambanya dari kelalaian dalam hal Sholat, Zakat dll bukan sebaliknya memohon agar Allah menjaga agama-agama Nasrani, Yahudi dll.  Dalam kasus lain, kata atau gelaran “Sayyid” dan “Maulana” sebagian orang hanya mengkhususkan gelaran tersebut kepada Allah saja.

Namun, kata – kata itu maknanya luas, bukan hanya khas penggunaannya kepada Allah saja.  Boleh digunakan kepada Rasullallah SAW yakni Syaiduna Rasullallah, kepada keturunannya, serta kepada raja2 dll. Begitu juga kata “Maulana” bukan hanya penggunaannya kepada Allah saja karena definisi “Maulana” adalah gelar kehormatan untuk Tuhan (sbg pelindung penolong); gelar kehormatan untuk para nabi (sbg pembimbing umat); gelar kehormatan bagi ulama besar atau sufi;  tuan kita: pakaian anak raja

Nah, Sebagai penuntut ilmu dan pemula dalam bahasa arab, jangan terburu-buru menyalahkan seseorang sebelum menguasai ilmunya. Dalam mempelajari bahasa dituntut untuk mendengar langsung dari si penutur ( Native ) untuk menghindari kesalahpahaman dalam mengartikan sesuatu dan menuturkannya. Terakhir sekali miliki berbagai kamus sebagai rujukan untuk menambah perbendaharaan kata-kata baru.

Referensi:

  • Sabilu Al-Muhtadin, Lissayid Abdullah Bin Alayyin Bin Hasan Al- Athas.
  • Arti kata.com

Daar Al-Ghazaly, Senin, 24-03-2014

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s