Jalan-Jalan di Penang

Posted on Updated on

Graindieci Friends @ DM 2008
Graindieci Friends @ DM 2008

Setelah menunggu lumayan lama bercampur kecewa akhirnya kami memulai jalan-jalan di Penang dengan menaiki bus Rapid 102 tujuan Komtar dgn tarif tiket RM 1.40/org. Ingat, harus sediakan uang pas ketika membeli tiket rapid klo tidak uang anda akan ditelan money box rapid begitu saja tanpa kembalian sesen pun. Bus Rapid pun mulai menekan pedal gas berlahan meninggalkan kawasan Pulau Tikus. Perasaan kecewa mulai pudar ditambah gelak ketawa dan celoteh yang diperankan seorang gadis India yang berasal dari Medan. Dalam perjalanana menuju ke Komtar banyak istilah-istilah baru yang kami temui di sepanjang jalan seperti Pengakap (Pramuka), Oku ( Orang Kurang Upaya), Sdn. Bhd (Sendirian Berhad) dll. “Komtar- Komtar.. turun kat sini”. perintah supir  dengan suara sedikit keras. Kami pun turun menuju Komtar.

Komtar menjadi tempat destinasi pertama kami, Komtar merupakan gedung perkantoran dengan ketinggian 232 M berbentuk segi 12, menara tertinggi di Pulau Penang dilengkapi 65 tinggkat sekaligus menduduki peringkat ke 6 tertinggi menara di Malaysia. Disini kami menukar uang Rupiah ke Ringgit dan mencari makan siang. Warung Thai tempat kami singgah untuk makan siang, nasi goreng pattaya dan jus orange serta air suam menjadi menu makanan pilihan kami. Walaupun makanan disini tidak begitu bersahabat dengan lidah orang Medan, tapi mau tak mau harus dilahap juga untuk menambah stamina, Bismillah.

Perjalanan selanjutnya ke Penang Hill tempat kedua yang akan kami jejaki, Terminal Komtar menjadi saksi bisu keberangkatan kami menaiki bus Rapid 203 dengan harga tiket RM 2.00. Penumpang naik turun disetiap halte sudah menjadi kebiasaan bus Rapid sehingga membuat jarak tempuh kesuatu destinasi mengambil waktu agak lama. Suasana di dalam bus rapid yang sesaat penuh kemudian tinggal hanya beberapa orang, menggambarkan filosofi hidup yang cukup bermakna  “Ada pertemuan, Ada perpisahan” ini lah hidup… Bel pun berbunyi pertanda bus berhenti, sejurus kemudian kami melangkah ke pintu gerbang Penang hill siap-siap mendaki bukit bendera bersama Train. hehe. Sebelum menaiki Bukit Bendera kami sempat mengabadikan foto kenangan di taman bawah Bukit Bendera.

Mendaki Bukit Bendera akan segera bermula dengan harga tiket RM 30 ( Dewasa ) RM 15 ( Mahasiswa Univ.) pintu otomatis sudah terbuka pertanda para penumpang telah diperbolehkan menaiki Train. Kami memilih duduk di Bagian gerbong ke-2 berempat. Train perlahan mendaki di atas rel dengan kemiringan 45 derajat meninggalkan halte 1, panorama Penang mulai tersingkap ketika Train berada di ketinggian 500 M. Salah satu diantara kami bertanya ” Supirnya dimana ya?” membuat suasana di gerbong 2 tersenyum sekaligus meberitahu dengan nada bercanda ria penuh tawa. “Bu, Supirnya di  gerbong 1. hehe “

Setelah mendaki di ketinggian 712 M, akhirnya Train sampai ke akhir Stasiun. Serentak para penumpang turun tak sabar ingin melihat panorama Penang yang sungguh indah. Kamera-kamera milik para Travelers mulai berkedip- kedip menghasilkan cahaya putih diringi suara jebret-jebret. Kami pun memilih lokasi-lokasi menarik tuk berfoto ria, sambil menikmati indahnya pemandangan  gedung-gedung pencakar langit di pulau Penang nampak jelas dari Bukit Bendera, Pengunungan terhampar di tengah2 kota pulau penang dan Jembatan Penang yang menyambung pulau Penang dengan Simananjung Malaysia memanjakan mata para Pengunjung mancanegara dibantu dengan teropong berbayar.

Kami pun mengelilingi Bukit Bendera dengan mencarter Mobil Golf yang tidak pernah bermimpi sebelumnya untuk menaikinya dengan tarif tiket RM 30. kami berempat dibawa pak Sopir kelahiran Bukit Bendera berketuran India, Bawaanya yang ramah dan bersahaja membuat kami akrab seketika dengan Pak Sopir. Perasaan di atas mobil golf persis kayak Pak Presiden yang sedang memantau pasukan baris berbaris. Sejanak kami berhenti di salah satu tempat untuk mengabadikan keindahan alam ciptaaNya yang dipotret langsung oleh Uncle Driver. Kemudian kami dibawa ke ujung bukit bendera sambil Uncle Driver bercerita banyak tentang sejarah Bukit Bendera. Ketika sampai dipenghujung jalan, Pak Supir sempat menyajikan cerita terdengar horor membuat kami sidikit ketakutan, katanya  “Dekat sini Kaki Tangan Je yang boleh masuk” .. Truss Gue, mau bilang wow gitu.. hehe

Kawasan tersebut terkesan mengerikan sehingga kami pun ikut beranggapan horor, pasti ada apa-apanya di dalam sana. Tak lama kemudian dia memperlahan mobilnya sejurus kami memperhatikan dan membaca papan tanda ditempat tersebut, ternyata ini hanya konspirasi pak driver tujuan menghibur kami. Kalimat yang diucapkan pak driver belum lengkap sehingga artinya lain menurut kami, kalimat lengkapnya ” Dilarang masuk ke kawasan ini kecuali Kaki Tangan” kakitangan artinya dalam bhs Indonesia adalalah Pekerja, pembantu (yang turut melaksanakan atau mengurus kerja). terjawab sudah kospirasi seorang driver.. unlocked…..

Setelah puas berjalan dan berfoto-foto, kami berhenti sebentar untuk mendirikan sholat Ashar di Masjid Bukit Bendera. Suasana sungguh sunyi dan tenang beribadah.  Seusai sholat kami bertemu dengan BKM masjid  sambil bercerita dan berkongsi pengalaman tak disangka beliau juga berasal dari Riau, Indonesia. Kami pamit dengan beliau selanjutnya siap-siap turun ke bawah, Jam menunjukkan pukul 06:00 sore pemandangan Bukit Bendara mulai deselimuti senja di upuk barat yang cukup eksotik.

Kami menuju ruang tunggu Train, Petugas meminta tiket kami untuk discan. Beberapa menit kemudian Train siap meluncur ke bawah membawa penumpang sekitar 50 orang termasuk 2 orang anak2 dari arab yang lincah dan cute menemani kami bercanda sepanjang perjalanan ke halte awal. Sesekali dia berceloteh dengan bahasa arab Amminya membuat kami kesulitan memahaminya. Tapi apapun ceritanya, kata-kata yang terkesan   “Ana min dammar”  Dammar berada di Yaman. ucapnya lantang.. hehe.

Bus Rapid 203 kembali menjemput kami untuk pulang ke Komtar. Komtar menjadi terminal pusat  yang harus kami lewati untuk menuju dari satu tujuan ke tujuan lainnya. Kali ini, warung Nasi Kandar tempat kami menjamu selara, pesanan pun sudah siap diorder. Lagi-lagi makanan khas india ini tidak bersahabat dengan lidah kami yang suka makan sambal terasi dan tuk tuk, apa boleh buat perut sudah lapar, Bismillah.

Pada Jam 09:00 malam kami sampai di Hotel Ekonomi sekitar kawasan RS Adv. Sudah tidak ada pilihan lain, kami terpaksa menginap di hotel ini walupun kurang nyaman rasanya, syestem ekonomi benar-benar tertata rapi di hotel ini sehingga ada pengunjung merasa sedikit kecewa dengan manegement  hotel ini. Yaudalah, kami pun beranjak ke tepi pantai Gurney Drive nan indah tak jauh dari hotel kami menginap.  Disanalah rasa penat seharian dibuang kelaut..hehe. Para keluarga, pemuda, pemudi menbanjiri tepi pantai tersebut ketika malam hari sekaligus membuat suasana penuh dramatis. Alhamdulillah hari pertama Jalan-Jalan lancar dan terkendali. See you tomorrow….

Tepat pukul 10:00 AM kami Checked Out dari hotel Ekonomi tersebut menuju ke Jetty ( Pelabuhan Penang ) terus mengunjungi Taman Kota Lama di pesisir pantai penang, bekas penjara lama dan menara jam bundaran Jetty Penang. Setelah menyisir lingkungan Taman Kota Lama, kami melanjutkan perjalanan ke Kapal Ferry untuk menyeberang ke Butterwort akhir dari destinasi Jalan-Jalan kami. Sedikit info, menaiki Ferry dari Pulau Penang tanpa charge dan akan dikenakan biaya RM 1.50 sen /org ketika memasuki wilayah pulau penang dengan durasi perjalanan sekitar 15 minit.

Di Butterwort kami berburu bakso di sekitar warung2 makan disana, tapi jujur kami sedikit confuse ” ini masakan halal apa tidak ya” Soalnya ayam dan sayuran2 digantung di sterling kaca mengingatkan kami warung2 di Medan jika ayam, bebek dan sayuran2 digantung di sterling mengisyaratkan makana non halal. Tapi itu di Medan, disini tidak.. ini makanan halal dan sudah menjadi tradisi sejak dahulu kala.

Alhamdulillah, perjalanan mebawa berkah InsyaALlah.. akhirnya kami pun berpisah di Terminal Bus Butterwort, 3 Orang ke arah airport penang tuk pulang ke Medan dan  satu orang ke Alor Setar. Dua tiga kucing berlari, Semoga kita ketemu lagi….. Ilal Liqooooo..

Alor Setar, 17 Maret 2014

Iklan

One thought on “Jalan-Jalan di Penang

    tukang jalan sesuka hati said:
    September 18, 2014 pukul 10:20 pm

    tulisannya menarik mas, saya juga insyaallah november nanti akan ke Penang.
    salam kenal, dan kalau berkenan untuk mengunjungi tulisan alakadarnya milik saya hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s