Hijaukan Hutan Tapsel untuk Sejahterakan Rakyat

Posted on Updated on

TAPSEL – Permasalahan kesejahteraan paling utama di tengah-tengah masyarakat Indonesia. Minimnya lapangan kerja dan dan rendahnya sumber daya manusia (SDM) terutama calon pekerja semakin mempersulit ekonomi masyarakat. Akibatnya, berbagai masalah sosial kerap terjadi.

Bagaimana tidak, akibat dari rendahnya tingkat kesejahteraan ini, masyarakat umumnya akan menjual tanah miliknya untuk menutupi biaya hidup yang semakin hari kian membengkak. Tentunya, mereka melakukan ini sebagai jalan terakhir sebagai pilihan. Namun, kerap kali pilihan inilah jalan termudah yang dapat mereka lakukan, akibatnya mereka akan menjadi Tamu di rumah mereka sendiri.

Wilyah Kecamatan Arse, Sipirok Dolok Hole dan Aek bilah di Tapanuli Selatan (Tapsel) adalah salah satu contoh di mana masyarakatnya sangat terbiasa menjual lahan mereka hanya untuk mencukupi kebutuhan hidup mereka.

Demikian disampaikan Hajrul Aswat Siregar seorang tokoh pemuda Tapsel, juga penggiat konservasi yang juga ketua umum Perhimpuan Pemuda Lingkungan Hidup Indonesia wilayah Sumatera Utara (DPW PPLHI SUMUT) kepada METRO, Jumat (3/5).

Dia menambahkan, seharusnya masyarakat Tapsel tidak perlu lagi menjual tanah milik mereka, karena Kementerian Kehutanan sudah membuat suatu terobosan baru yang sangat bermanfaat bagi masyarakat.

Kementerian Kehutanan melalui Badan Layanan Umumnya telah mengalokasikan dana sebesar Rp2,5 triliun untuk dapat diakses oleh masyarakat sebagai pinjaman yang pengembaliannya dilakukan setelah 9 tahun, maksimal dana yang dapat diakses sebesar Rp20 juta per hektare lahan mereka.

“Dana tersebut harus digunakan untuk menanam pohon di lahan masyarakat, tentunya pohon yang bernilai jual tinggi, seperti pohon jati, damar, sengon dan lain-lain, sehingga dari hasil penjualan pohon tersebut diharapkan akan mendapatkan keuntungan dan mampu membayar pinjaman mereka.

Ketentuan lahan masyarakat juga tidak begitu rumit, tidak harus sertifikat, cukup dengan keterangan kepala desa bahwa lahan tersebut adalah milik pemohon dana tersebut,” sebut Hazrul yang juga mantan aktivis Universitas Sumatera Utara (USU) ini.

Menurutnya, ini adalah kesempatan yang sangat luar biasa, tidak hanya bagi masyarakat tapi juga bagi pemerintah,program penghijauan yang pemerintah canangkan akan terlaksana, terbantu oleh masyarakat yang menanam pohon dilahannya. Pemerintah kabupaten Tapsel melalui Dinas Kehutanan harus segera mensosialisasikan tata cara pemanfaatan dana ini kepada masyarakat, jika mereka benar benar ingin menghijaukan hutan & mensejahterakan rakyat Tapsel. katanya dengan tegas.

Di Kecamatan Arse, SD Hole dan Aek Bilah sangat banyak dan luas sekali lahan tidur milik masyarakat yang cocok ditanami pohon, sedangkan masyarakat di 3 kecamatan tersebut masih jauh dari kesejahteraan, perhatian pemerintah sangat diharapkan oleh masyarakat, sosialisai dari pemda kepada masyarakat di 3 kecamatan ini tentang program dari Badan layanan Umum (BLU) Kementerian Kehutanan ini akan sangat menguntungkan masyarakat, jika Pemda memang benar benar perduli kepada masyarakat di 3 kecamatan ini.

Jika tidak, pada akhirnya tanah masyarakat di 3 kecamatan ini akan menjadi milik pemodal yang belum tentu perduli dengan lingkungan, dan kesejahteraan masyarakatnya akan semakin terpuruk. (tan/mer) 

Sumber: Harian Metro /Tabagsel 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s