Banyak Truk Tak Masuk Timbangan

Posted on

TAPSEL – Aksi timbang tonase di jembatan timbang yang berada di pertigaan Jalan Lintas Tapsel-Taput-Paluta, Desa Pal XI (Pal Sabolas) Angkola Timur, Tapsel, diduga sarat penyimpangan. Sebab tampak beberapa truk tak masuk ke UPPKB (Unit Pelaksanaan Penimbangan Kendaraan Bermotor)  guna menimbang muatan.

Hasil Amatan METRO, Sabtu (4/5) sekira pukul 16.00 WIB, METRO melihat ada beberapa truk roda 10 yang tidak masuk ke jembatan timbang untuk menimbang tonasenya di Timbangan Pal XI itu.

Satu unit truk yang bagian depannya bercat kuning berpadu merah dan bak-nya berwarna hitam dengan muatan yang dibungkus terpal merah ini, tampak berhenti di pinggir jalan yang bersebelahan dengan jembatan timbang Pal XI. Truk tersebut diketahui datang dari arah Paluta dan hendak menuju arah Kota Psp.

Seorang pria terlihat keluar dari truk tersebut dan berlari ke dalam kantor jembatan timbang. Tak lama kemudian pria itu keluar dan tampak memegang selembar kertas di tangan kanannya dan masuk kembali ke truk. Selanjutnya truk bergegas pergi tanpa masuk menimbang tonasenya.

Begitu juga dengan beberapa truk lainnya. Namun tidak semua demikian, sebab tampak juga beberapa truk masuk ke jembatan timbang tersebut. Sahat Tampubolon, yang diketahui Komandan Regu (Danru) UPPKB (Unit Pelaksanaan Penimbangan Kendaraan Bermotor) Pal XI, ketika dimintai keterangan oleh METRO, tampak gelisah.

Sebatang rokok dibakarnya dan kemudian dihisapnya dalam-dalam. Tidak lama kemudian, ia terlihat menghubungi seseorang dari seberang teleponnya. Belum habis rokok yang dihisapnya tersebut, ia membuangnya dan membakar satu batang rokok lagi.

Terdengar dari seberang telepon ia sedang menelepon komandannya, yang METRO tidak ketahui siapa orangnya. Terdengar jelas oleh METRO ucapannya yang ingin melaporkan METRO dan beberapa rekan dari media lain yang juga ikut untuk meminta konfirmasi padanya.

“Bagaimana Ndan, kita laporkan saja mereka ke polisi,” begitu ucapnya kepada seseorang yang diteleponnya. Padahal sebelumnya, adapun kedatangan METRO menemuinya adalah untuk mengkonfirmasi masalah truk-truk yang tidak melewati alat pengukur tonase yang ada di jembatan tersebut.

Ia juga sempat meminta tanda pengenal yang menunjukkan kalau METRO dan rekan-rekan yang lain adalah seorang wartawan. Akhirnya seorang rekan pun memberikan kartu tanda pengenalnya yang membuktikan kalau METRO dan rekan yag lainnya adalah benar-benar wartawan.

Lalu seorang anggotanya mengambil kartu tanda pengenal tersebut dan membawa ke dalam kantornya. Alasannya sebagai bukti untuk dilampirkan ke dalam daftar buku tamu. Tak lama kemudian, anggotanya tersebut datang kembali dan mengembalikan kartu tersebut.

Ketika METRO berusaha menanyakan kembali mengenai permasalahan adanya truk-truk yang tidak masuk ke jembatan timbang untuk mengukur berat tonasenya, Sahat Tampubolon mengatakan, truk yang tak masuk timbangan itu mengangkut beras bulog milik pemerintah untuk didistribusikan ke beberapa daerah.

Alasannya lagi, itu ada Perdanya. Namun dia tidak menjelaskan  mengenai Perda tersebut. “Truk itu datang dari Medan dengan membawa muatan beras bulog milik pemerintah untuk didistribusikan. Di jembatan timbang Tanjung Morawa, truk tersebut juga tidak masuk ke dalam dan itu sudah ada Perda-nya dari sana,” bantahnya. (mag-01)

Sumber: Metro Tabagsel 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s