Di Poskesdes Sidapdap Bendera Merah Putih Berkibar 24 Jam

Posted on Updated on

TAPSEL – Jarum jam telah menunjukkan pukul 17.30 WIB, Minggu (10/2). Namun bendera di Poskesdes Sidapdap, Desa Sidapdap Simanosor, Kecamatan Saipar Dolok Hole (SDH), Kabupaten Tapsel, masih berkibar. Hal itu pun menimbulkan tanda tanya bagi masyarakat, seakan bendera dibiarkan berkibar siang dan malam.

 Pantauan METRO, dengan cuaca gerimis kala itu, sang merah putih tampak basah dan lusuh di atas tiang halaman gedung yang dibangun dengan uang negara itu. Semua pintu jendela bangunan tampak tertutup. Seorang pun petugas tak ditemukan karena memang saat itu hari libur kerja.

Beberapa warga yang ditemui METRO mengaku, bendera kebangsaan Republik Indonesia itu selalu berada di tiangnya selama 24 jam

“Bendera itu jarang diturunkan. Kalaupun diturunkan, berarti petugasnya ada di sini,” kata warga bermarga Gultom, sembari menerangkan bahwa petugas yang ada juga jarang berada di Poskesdes itu.

Ketua Komisi IV DPRD Tapsel Darwis ketika dimintai tanggapannya terkait hal ini mengungkapkan, semestinya kejadian seperti ini tidak perlu terjadi. Sebab itu mengindikasikan lemahnya kesadaran petugas akan tugas dan fungsinya. “Bendera bangsa sendiri pun tak peduli. Bagaimana mungkin bisa bekerja dengan baik, peduli dan melayani masyarakat yang merupakan warga negara ini.

Rasa nasionalisme petugas yang ada jelas sangat rendah. Padahal dia diberi imbalan oleh negara atas jasanya,” katanya. Darwis menambahkan, Kadis Kesehatan Tapsel harus lebih responsif terhadap berbagai persoalan kesehatan mendasar yang terjadi di Tapsel. “Ini merupakan indikasi lemahnya pengawasan, Kadis harus meningkatkan pengawasan terhadap kinerja bawahannya,” terangnya.

Ditambahkan politisi Partai Demokrat itu, berdasarkan hasil monitoring selama tahun 2012 lalu, komisi IV DPRD Tapsel yang membidangi kesehatan juga telah menemukan berbagai kejanggalan mendasar, seperti kehadiran petugas di tempat kerja. Namun Kadis seolah menutupinya tanpa mengambil tindakan tegas dan terkesan dibiarkan.

“Sebagai contoh, Kehadiran Kepala Puskesmas Hanopan Di Arse, dari 3 kali kami melakukan monitoring ke sana, tak sekalipun jumpa dengan kepala Pukesmas-nya. Hal ini sudah disampaikan pada Kadis, namun tak juga ditanggapi hingga sekarang. Jadi kita heran dengan pembiaran yang seperti ini, dan bagaimana mungkin mereka bisa melayani masyarakat kita dengan kondisi seperti ini?” tanya Darwis.(ran)

Sumber: Metro Tabagsel

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s