Pembangunan Jalur Alternatif Aek Latong Capai 98 Persen

Posted on Updated on

 SIPIROK– Pembangunan jalur alternatif Aek Latong, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, sudah mencapai 95 hingga 98 persen. Artinya, dalam waktu dekat jalur ini sudah bisa dilintasi.

PT Adhi Karya Tbk melalui pelaksana lapangan, Diki, kepada METRO, mengatakan, faktor cuaca sangat tidak mendukung selama pelaksanaan pembangunan jalur alternatif itu sehingga akhir Desember 2012 lalu belum bisa dirampungkan sesuai rencana. “Faktor cuaca sangat tidak bersahabat, dan selalu menjadi kendala utama pada pelaksanaan dilapangan,” ucap Diki.

Pantauan METRO Jumat (4/1),  aktivitas kerja PT Adi Karya Tbk masih tetap berlangsung di lokasi proyek yang dimulai sejak akhir 2011 itu. Di antaranya pembangunan parit (drainase), pemadatan dan juga pengaspalan serta beberapa item finishing.

Jalan alternatif dibangun di atas ketinggian dengan membelah bukit itu tampak begitu indah dengan traf bersusun rapi dan menjadi pesona keindahan di wilayah itu nantinya. Sehingga keberadannya akan menjadi salah satu daya tarik sebagai objek wisata dengan pemandangannya yang indah.

Sesuai keterangan Product Projek Manager (PPM) Adhi Karya Suharto beberapa bulan lalu, untuk Jalur alternatif Aek Latong, pembangunan jalur ini akan mengadopsi  pola yang diterapkan pada pembangunan Jalur Pantura di Jawa.

Sesuai rencana badan jalan akan disiapkan dengan pemadatan lalu kepadatannya akan dites, lalu akan dihamparkan agregat B dengan ketebalan 50 cm di sepanjang jalan yang memiliki badan jalan dengan lebar 7,5 meter. Lantas dipadatkan lagi dan dites, seterusnya diatasnya dihamparkan lagi agregat A dengan ketebalan 28 cm lalu di padatkan dan juga dites kepadatannnya.

“Setelah selesai agregat B dan A dihampar dan dipadatkan selanjutnya tahap pengasapaln dengan 3 lapis, pertama 8 cm, kedua 6 cm dan terakhir 4 cm, dan pola ini kita adopsi dari kontruksi pembangunan Jalur Pantura dan tentu kekuatannya akan lebih terjamin,” katanya ketika itu.

“Khusus untuk trap pertama merupakan pasangan batu sedangkan trap kedua akan kita tanami rumput pertiper yang memeiliki akar satu hingga 2 meter yang diharapkan akan dapat longsoran tanah ke depannya,” jelasnya.

Melihat upaya pembangunan  itu, masyarakat pengguna jalan sangat berharap agar jalur alternatif dapat mengatasi keluhan masyarakat pada jalur lama akibat kerusakan parah yang terjadi sejak 1998 lalu. (ran)

Sumber: Metro Siantar /Tabagsel

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s