Bersyukur Walau Sedikit

Posted on Updated on

download (3)Di hari juma’at yang penuh barakah, Kamil kembali menjalankan aktivitas berdagang di Sudut kota AS. Pagi yang cerah, kamil dengan penuh semangat melangkahkan kaki menuju pasar As untuk mengadu nasib.

Barang daganganya tidak banyak hanya beberapa helai pakain muslim. Kamil mulai mendirikin tratak kecil berukuran 3×3 m persegi dan menyusun meja-meja kemudian menata rapi barang dagangannya. ”Bismillah, semoga hari ini lebih beruntung dari kemairn,” Doanya dalam hati.

Pertarungan pun dimulai, pengunjung pun sudah mulai membanjiri lokasi setempat, pedangang-pedangan jirannya sudah mulai ribut mempromosikan dangangan masing-masing. Kamil hanya bisa berdiam diri sambil menunggu pelanggan datang berhap ada yang singgah sambil menyapa  dagangannya.

Sekilas ia pandang kiri kanannya, kamil seolah cemburu melihat Stan-stan lainnya penuh dengan pengunjung. Prasangka itu selalu mengusik hatinya jika berada dalam arena bisnis, namun cepat-cepat ia tepis dengan senjat Syukur.

Pengunjung pun semakin ramai, lorong-lorong kecil nampak sulit dilalui, ada yang datang dari utara, barat, timur menyebakan lorong lorong kecil itu terkadang macet dan terkadang sudah lengang. Stan Kamil belum juga ada satu pelanggan yang mau singgah, entah apa yang menyebabkannya, ia hanya mampu berserah diri kepada-Nya.

Ia pernah mendengar nasehat dari seorang Bisnismen” Jadilah bisnismen bukan pesimismen, bisnismen itu akan bertarung habis-habisan sekalipun medan bisnisnya tidak layak untuk dijadikan tempat berbisnis, ia akan cari cara bagaimana memamfaatkan medan tersebut jadi subur.

Kamil dalam diamnya, mencoba berusaha mengembalikan semangat yang sudah lesu, soalnya dari awal stan dibuka belum satu pun yang singgah di stannya. tak lama kemudian, datang seorang pria setengah baya berketuranan india menanya harga danganganya sambil mencoba menawar pakain muslim kamil. Akhirnya si pria tu membeli pakain muslim sebanyak 2 helai, Alhamdulilah lumayan.

Jadi, seberapa banyak pun rezki yang didapat tetaplah barengi dengan syukur kepadaNya semoga ditambahkan rezki yang lebih banyak serta bermamfaat di dunia dan akhirat.

من لا يشكر قليلا لم يشكر كثير….”Barang siapa tidak mensyukuri yang sedikit sudah pasti belum mensyukuri yang banyak”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s