Batu Olang, Objek Wisata Terabaikan, Butuh Sentuhan

Posted on

Selasa, 10 Januari 2012
AMRAN POHAN-SIPIROK
Batu Olang merupakan bukit yang terletak di Lingkungan Pagaran Batu, Kelurahan Parausorat, Sipirok, Tapsel. Tempat ini adalah salah satu objek wisata di Sipirok yang kondisinya terabaikan, padahal pada masa keemesannya,  Batu Olang merupakan objek primadona yang ramai dikunjungi masyarakat.
Namun semua ini tinggal kenangan seiring dengan waktu dan perkembangan zaman. Tapi masih adakah kesempatan objek wisata alam tersebut untuk tetap eksis kedepan? kita tunggu saja!
Jika kita berada di atasnya, memang terasa beban hidup akan terlupakan  dengan semilir angin yang bersih, apalagi dimanjakan  panorama alam Sipirok dari atasnya. Bhkan, lebih sempurna jika dinikmati malam hari, akan nampak jelas lampu-lampu  nun jauh di Padang Bolak, dan pemandangan ladang pertanian dan perkebunan warga sekitar akan semakin menambah khasaah indahnya alam di sekitar Batu Olang itu.
Seorang warga, Siregar (70) bercerita tentang objek wisata Batu Olang dimasa masa mudanya. Katanya, Batu Olang adalah salah satu objek wisata yang selalu dikunjungi apalagi diwaktu lebaran dan hari besar lainnya. Namun, tanpa alasan yang pasti, sekitar tahun 80-an  pengunjung beralih ke Simago-mago, dan pamor Bato Olangpun  semakin menghilang hingga saat ini.Read More
“Kalau anak muda sekarang, mana tahu Batu Olang itu sebagai tempat rekresi, padahal di sana alamnya lebih indah dan terbuka,” katanya
Cerita bapak tersebut membuat Metro merasa ingin mencoba langsung kekayaan alam tersebut. Kondisi jalan dari pusat Pasar Sipirok menuju Parausorat sekitar 7 km dan sudah jalan beraspal. Selanjutya, sari parausorat menuju Pagaran Batu sekitar 500 meter juga sudah diaspal, namun dari Pagaran Batu menuju ukit masih berupa jalan tanah 1,5 km dan harus dilalui dengan jalan kaki.
Sesampai di atas bukit yang ditumbuhi pohon kecil (balakka) dan sedikit ilalang serta diselingi bebatuan menambah suasana pemandangan tembus kearah tujuan, dan agaknya beban hidup terasa ringan menikamtinya, tetapi melihat kondisi jalannnya untuk masa sekarang Batu Olang sudah jarang dikunjungi, padahal panorama yang ditawarkannya sangatlah signifikan untuk dikembangkan terutama di Parausorat ada potensi pendukung objek wisata lainnya yakni air panas alami, dan gereja tertua.
Keindahan Batu Olang bahkan sempat diabadikan seorang musisi kondang asal Tapanuli yaitu Nahum Situmorang  dalam lagunya yang berjudul “Keta Tu Sipirok”. Lagu itu lahir karena merupakan inpirasi bagi orang yang pernah merasakan dan menikmati keindahan pemandangan dari bukit tersebut. Pada masanya  kondisi jalan menuju Batu Olang masih jalan kaki dari Sipirok melalui desa Baringin, Parau Sorat, dan Pagaran Batu, lalu naik puncak bukit Batu Olang.
Masa sekarang, akses menuju Batu Olang sangatlah mudah sekitar 15 menit dari Sipirok tapi yang mengunjungi batu olang semakin tak ada, barangkali  akibat menjamurnya objek wisata baru yang lebih modern di berbagai lokasi adalah salah satu penyebab panorama indah batu olang ditinggalkan.
Namun peluang untuk dikembangkan sangat besar jika semua pihak berkompeten mau dan bersedia memanfaatkan potensi alam tersebut, karena bagaimanapun lagu yang ditinggalkan Nahum Situmorang tak bisa membuat Batu Olang tertinggal dan akan menjadi saksi bisu keindahan alam ditawarkannya selalu mengajak orang untuk mengunjunginya.
Adapun lirik lagu tersebut adalah:
Ulang lupa hamu bayo anggo kehe tu sipirok
Mardalan tuhuta Baringin nang Parau Sorat
Ai dalananmu juoma Pagaran Batu
Kehe tu dolok tu Batu Olang. Tu Batu Olang.
Bait lagu di atas sepenggal lagu yang diciptakan Nahum Situmorang yang mengajak setiap orang yang datang ke Sipirok untuk berkunjung dan menikmati panorama alam dari Batu Olang.
Untuk kelestarian panorama alam Batu Olang harusnya ada kerjasama dengan pihak pemda untuk kemajuan agar keindahannya jangan sampai jadi legenda yang tak terpelihara. Batu Olang yang dulu telah berhasil memikat hati para pengunjungnya. Batu olang sekarang tak begitu dikenal orang lagi. Batu Olang yang akan datang, akankah menjadi legenda keindahan alam Sipirok yang terabaikan.(*

Sumber: Metro Tabagsel

Iklan

One thought on “Batu Olang, Objek Wisata Terabaikan, Butuh Sentuhan

    irwansyah said:
    Maret 28, 2012 pukul 6:34 am

    kl buat postingan kasi gambar atu kang
    biar bs liat keindahan tempat na

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s