Darul Mursyid Simulasi Menghadapi Bencana Alam di Tapsel

Posted on Updated on

Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di Pesantren Modern Unggulan Terpadu Darul Mursyid( PDM) tiba-tiba berubah. Siswa dan pengajar mencari ada yang menyelinap di bawah meja, ada yang melindungi diri dari pecahan kaca, kejatuhan asbes, dan benda-benda lainnya dari dalam ruang kelas.

Tidak lama kemudian semua siswa keluar dari kelas tanpa ada kepanikan menuju lapangan dan selanjutnya datang tim penyelamat mengevakuasi dengan membawa tandu untuk mencari apakah ada korban atau tidak. Bila ada korban maka tim medis telah menunggu dengan sigap untuk mengadakan pertolongan darurat.

Peristiwa ini dilakukan hanya sebagai simulasi untuk menghadapi bencana alam seperti gempa bumi, tanah longsor dan bencana lainnya dengan mendatangkan tutor yang sudah berpengalaman dari Badan SAR Nasional (BASARNAS) 22-23 Juli ke PDM di Desa Sidapdap Simanosor, Kecamatan Saipar Dolok Hole (SDH) Kabupaten Tapsel.

Kegiatan ini bagian dari Training Awal Tahun Pembelajaran (TATAP) di PDM untuk Tahun Pembelajaran (TP) 2011/2012. Dimana, ada banyak teori yang disampaikan dan pengenalan alat serta penggunaan alat dalam kegiatan tersebut. Setelah penyampaian teori dan pelatihan tim khusus ‘penyelamat’ maka dilanjutkan dengan simulasi.

Tali diikatkan pada tiang yang kokoh kemudian dijulurkan ke lembah serta diikat pula dengan kuat. Kemudian tim penyelamat meluncur ke bawah diatas tali tersebut (flaying fox) untuk mencari korban ditempat yang sulit didalam lembah. Selanjutnya di dasar lembah tim penyelamat mencari korban tanah longsor dan bila ada maka segera dievakuasi untuk selanjutnya diberi pertolongan oleh tim medis.

”Cukup sedaplah dan menyenangkan, karena ada cabaran(tantangan, red) di dalamnya,” kata Anis Solihin siswa asal negiri jiran Malaysia.

”Selain itu kami memperoleh pengetahuan yang dapat kami gunakan sewaktu-waktu bila terjadi bencana alam di manapun kami berada,” sambung Nova Annur siswi asal Palas. Dimana, semua siswa, guru dan pegawai diikutsertakan dalam pembekalan bencana alam tersebut.

Disampaikan Ketua Umum Yayasan Haji Ihutan Ritonga (Yaspenhir), H Jafar Syahbuddin Ritonga SE MBA selaku Badan Pengelola PDM kalau kegiatan tersebuti perlu dilakukan, bahkan direncanakan akan dilaksanakan secara rutin setiap tahun untuk siswa baru. Sebab di negeri ini sering terjadi bencana.

”Sangat kita sayangkan bila terjadi bencana alam selalu menelan banyak korban. Hal ini disebabkan karena masyarakat kita tidak dibekali pengetahuan tentang bencana alam. Padahal kalau ada pengetahuan tentang itu serta selalu waspada kemungkinan jumlah korban akan dapat diminimalisir. Dan biarlah kita keluarkan dana besar untuk kegiatan ini asalkan bermanfaat,” ujar H Jafar Syahbuddin diamini imam besar Alhafis masjid Hj khadijah PDM, Arman Lubis Alhafis.

”Allah SWT sangat suka pada orang yang berdoa sambil berusaha. Jadi kalau doa saja tidak cukup untuk menyelamatkan diri dari bencana alam, harus ada usaha yang kuat di diri kita masing-masing. Dan semoga Allah selalu melindungi kita semua,” ujar H Jafar mengakhiri. (***) (metrosiantar.com)

Sumber: Sipirok.net

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s