Pasca Final Exam

Posted on Updated on

Final exam baru saja selesai, suasana hati sedang bahagia setelah sebulanan suntuk menghadapi ujian yang serba susah dan menguras tenaga. terpancar rasa kemerdekaan disetiap wajah-wajah pelajar itu, seolah perjuangan sudah berakhir sampai di sana, seolah hanya dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan  semuanya sudah terpenuhi, mereka bebas sebebas-bebasnya, tiada lagi belenggu, tiada lagi hafalan menumpuk, yang ada hanya penantian hasil ujian.

Sehingga tidak heran prilaku sebagian pelajar begitu habis ujian tidak peduli lagi dengan buku pelajaran, banyak dijumpai buku-buku tercecer di sekitar bangunan sekolah, kertas-kertas berserakan di sekitar lingkungn sekolah. beginikah cara pelajar menghargai buku penerang jalannya, di mana letak kesedaran mereka sebagai pelajar, apakah mereak prustasi tidak bisa menjawab soalan lantas buka jadi sasaran dilempar ke sana ke mari

Prilaku di atas bukanlah atas nama semua pelajar hanya sebagian kecilnya saja yang perlu diberi peringantan, bukan untuk bershozdan, namun kadang dia lupa atau hal-hal lain. jadi alangkah baiknya merubah sikap tersebut, agar kenyaman, keindahan, kerukunan dan kebersihan senantiasa menghiasi  tempat belajar.

Namun, itu hanya kenikmatan sesaat, pelampiasan sesaat. tentunya perjuangan selanjutnya lebih menantang lebih membutuhkan persiapan yang mantap, karena hidup untuk menghambakan diri kepadanNya. setiap insan yang hidup di dunia harus mengerti dengan kehidupan sesaat ini, kebahagian tadi perlu dibarengi dengan rancangan dan langkah berikutnya.

Ujian sudah pun berlalu, terus apakah langkah selanjutnya yang harus diatur sehingga selang menuju semester berikutnya tidak terbuang begitu saja dengan pekerjaan sia-sia. setiap pelajar yang cerdas sudah pasti menyusun angenda liburan dengan tertib dan bermakna dalam kehidupun.

Nah, sebenarnya banyak aktivitas liburan yang menarik menurut rancangan masing-masing, seperti berusaha mengakhatamkan Al-Qur’an, mendalami ilmu agama, dan membantu orang tua di rumah. Namun, yang tak kalah pentingnya isilah waktu luang dengan hal-hal bermamfaat karena seorang muslim sejati ialah meninggalkan perkara-perkara yang kurang bermamfaat dengan melakukan hal- hal yang bermamfaat.

Bersiaplah sebelum kamu disiapkan.

Hadapilah sebelum kamu dihadapkan.

Jalanlah sebelum kamu tak berjalan.

Raihlah ridhoNya sebelum kamu disholatkan.

Alor Star, 05/05/2011

Shahrul Zein Harahap

Ilustrasi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s