Ibarat Mobil

Posted on Updated on

Ilustrasi
Ilustrasi

Pagi menyingsing fajar, suara burung- burung bernyanyi gembira, Embun pagi sedikt demi sedikit menetes dari dedauna, sinar matahari semakin memberanikan diri keluar dari persembunyiannya, kehangatan pagi mulai terasa pada badan, kicauan burung pun sudah menghilang mereka lebih memilih berteduh di bawah atap-atap rumah. Pagi itu sungguh indah sekali dengan segala keindahan ciptaanNya.

Hari ini, kembali menjalani aktivitas seperti biasanya. ada yang pergi belajar, mengajar, ngantor, ada juga yang pergi berdangan, berladang, bersawah, dan segala bentuk aktivitas manusia sejagat raya ini, pergi pagi, petang pulang. Tapi, apa yang terjadi bagi mereka yang menganggur, apakah mereka pergi juga beraktivitas seperti mereka yang sudah punya pekerjaan, apakah yang mereka lakukan dalam hari-harinya, lantas kenapa terjadi seperti ini, siapakah yang lebih bertanggunjawab.

Kehidupun pun makin berpisah antara mereka pekerja dan pengangguran. Seorang pekerja merasa bersyukur kepadaNya, karena jaman sekarang ini harus diakui, mencari pekerjaan bukanlah semudah membalikan telapakan tangan, banyak rintangan, ujian, dan pertempuran yang harus dihadapi terlebih dahulu sebelum meraih kesuksesan. mereka akan semakin meresa senang sekali, jika usaha untuk meraih kesuksesan tadi murni dari kemampuan diri sendiri tanpa sogok, suap, dan kropsi seperti yang kita saksikan di kancah kehidupan sehari-hari.

Sementara mereka yang menganggur hanya mampu berdiam diri dirumah, di tempat-tempat pelarian, di jalanan, tiada kesibukan yang mereka lakukan hanya bisanya menyusahkan masyarakat sekitar. hari-harinya hanya makan, minum, dan bermain. Dengan segala cara mereka berusaha menutup diri dari kejenuhan hidup. Tapi, alangkah baiknya kalau mereka itu bekerja, dapat uang dan hidup lebih sejahtera. betul sekali, mereka akan lebih memilih yang demikian. Namun, kenyataan itu tak kunjung datang, mungkin usaha untuk ke sana belum terusahakan semaksimal mungkin, belum dibarengi dengan doa dan ikhtiar kepadaNya.

Kenapa semua harus disesali, sekarang waktunya bukan untuk menyesal, kalau seberkas cahaya, seuntai kata, dan sekuat motivasi  masih terasa, berarti harapan itu masih terbuka. kenapa harus berhenti mengharap? harapan selalu terhampar luas bagi hambaNya yang  terus istiqomah di jalanNya. Bukankah Anda pernah mendengarkan firman Allah yang berfirman: Berdoalah kepadaku, niscaya Aku akan kabulkan permintaan kalian

Yang masih menganggur, jangan pernah putus asa, jangan berhenti di tepi jalan. Coba kita perhatikan sekilas sebuah MOBIL, tak pernah berhenti melintas di jalanan, perjalanan terjal ia lalui, perjalanan mendaki ia daki ,walau sesekali batuk-batuk ingin mundur tapi begitu mau mundur masuk parseneling satu menormalkan keadaan, dalam datar ia semakin laju berjalan, sudah jauh perjalanan yang ditempuh, akhirnya mobil butuh bensin untuk melanjutkan hidupnya.

Nah, justru banyak kita ambil pelajar dari sebuah MOBIL dalam mengarungi hidup. Terkadang kita melalui jalan terjal, jalan bergunung, sesekali jatuh sakit, pengen mundur dari kenyataan hidup, terkadang juga sudah melaju jauh. Tapi, apa yang penting sekali dalam hidup ialah mengisi kebutuhan rohoni, zikrulllah, sholat, membayar zakat, dan lain2 sehingga kalau sudah hampir kosong, mari kita cepat-cepat  charge agar tak sampai lowbet. Tujuanya, biar hidup tak pernah putus mengingati Allah Yang Maha Segalanya.

Alor Star, 16 April 2011

Shahrul Zein Harahap

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s