Bunga Bangkai di Palsabolas Tap-Sel

Posted on Updated on

Bunga Bangkai di Palsabolas

Bunga Rafflesia atau lebih dikenal bunga bangkai ditemukan warga di Dusun Tor Godang, Desa Palsabolas, Kecamatan Angkola Timur, Kabupaten Tapanuli Selatan, tiga hari lalu. Penemuan dua bunga langka ini membuat warga sekitar penasaran untuk melihatnya langsung.Akhiruddin, pemilik lahan kebun tempat ditemukannya dua bunga yang mengeluarkan bau busuk tersebut, mengatakan satu bunga yang sudah menguncup dan mulai membusuk diperkirakan sudah mekar sekitar dua minggu. Sementara satu bunga lainnya baru mekar sekitar tiga hari lamanya di atas aliran anak sungai kecil Aek Lancat.

Kepala Desa Palsabolas Muhammad Syarif bersama Mahyaruddin Harahap dan warga lainnya menceritakan, awal ditemukannya dua bunga bangkai itu karena rasa penasaran warga akan bau busuk yang menyengat dan tercium ke kedai dan pemukiman warga Palsabolas atau berjarak 100 meter dari lokasi tumbuhnya bunga tersebut.

Khawatir ada hal-hal yang terjadi dan tak diinginkan, warga pun melakukan pengecekan dengan menelusuri di sekitar pohon beringin yang ada di pinggir Jalinsum tikungan tajam Palsabolas. Kemudian, di kebun karet dan coklat. Namun, warga tidak menemukan sumber bau busuk itu. Saat warga menelusuri sepanjang sungai kecil Aek Lancat atau masih di sekitar lahan Akhiruddin, tenryata bau busuk tersebut berasal dari bungai. Bahkan ketika ditemukan pertama kali, lalat berhinggapan di bunga itu.

“Satu bunga sudah menguncup dan mulai membusuk, satu lagi sedang mekar-mekarnya,” ujar Kades dan warga lainnya kepada Harian Sib Online, Kamis (10/3) sekira pukul 10.00 WIB.Bunga bangkai itu tumbuh di lereng sekitar 7 meter dari permukaan Aek Lancat yang dirimbun ditutup berbagai jenis tanaman seperti pohon kopi dan sebagainya. Sekitar satu meter dari bunga, tercium bau busuk yang menyengat yang dikeluarkan bunga tersebut.

Sejumlah guru, PPL, siswa dan siswi SMKN 1 Angkola Timur dan lainnya mengaku penasaran untuk melihat langsung bunga bangkai. Mereka tidak mempedulikan meski harus melalui jalan menurun ke Aek Lancat dengan ketinggian sekitar 7-8 meter dengan kondisi jalan yang curam dan licin. Kemudian jalan menaik sekitar 7 meter, dan barulah warga bisa melihat lebih dekat bunga bangkai tersebut. Warga juga terlihat antusias untuk mengabadikannya dengan kamera handphone.

Sumber: Harian Sib

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s