Secangkir Teh Tarik

Posted on Updated on

teh-tarikPagi ini, ku kembali menjalani aktiviti liburan di jantung kota Alor Star tepatnya di pasar tradisional Pekan Rabu. Pukul 09.00 pagi, aku sudah bersiap-siap berangkat ke tempat kerjaku. Motor Ax 70 ku sudah siap menunggu sejak ku panaskan dari tadi. Bismillah tawakkaltu alaAllah, aku segara meniggalkan rumah kost menuju Pekan Rabu. perjalanan ke Pekan Rabu tidak sejauh mana hanya ku tempuh 7 minit tanpa lampu merah menghadang.

Pagi yang cerah dengan secawan Teh Tarik dan Nasi Lemak  adalah santapan yang paling sedap di pagi hari yang serba segar. Aku singgah di kedai Mak Lung, tempatku  selalu sarapan pagi sebelum memulai pekerjaan. sambil duduk ditemani secangkir Teh Tarik dan Nasi Lemak yang memberikan kesejukan tersendiri tuk menikmati udara pagi yang menawan, tampak gadis-gadis Melayu sedang asyik memajang kue-kue dagangan mereka dan sebagian tengah asyik merangkainya tuk tarikan para pengujung yang datang. sedangkan aku hanya sanggup terdiam sambil menikmati Teh Tarik dan Nas Lemak  pagi hariku.

Koran-koran tempatan selalu menghiasi meja – meja kedai makan pada waktu pagi. para penjual dan si pelanggan selalu menyempatkan diri tuk sekedar membaca akhbar harian seperti koran Kosmo, Metro, Berita Harian dan Harakah. koran tersebut memiliki laporan yang bervariasi sehingga yang membacanya pun bervariasi, ada yang suka baca berita kosmo mungkin karena harganya murah dan isinya padat, terus ada yang baca berita Metro mungkin karena beritanya selalu menampilkan berita yang aktual dan akurat dan begitulah koran-koran di sana selalu melaporkan argument-argument yang berbeda-beda sehingga si pembaca kaya akan ide-ide dari koran yang belum tentu benar adanya.

Suasana pagi hari sangat asyik di sekitar kedai itu, sambil menonton pertikaian antara kawan-kawan yang sedang asyik mengomentari laporan berita hari itu, ada yang pro ada yang kontra. maklumlah, mereka sedang asyik membahas seputar politik yang tak pernah berkesudahan, siapa yang benar, siapa yang salah tak akan pernah terjawab. walhasil anggapan masing-masing  sudah pasti partaiku paling benar daripada partaimu begitulah selanjutnya.

Kemudian, aku termenung sejenak menyikapi sikap kawan-kawanku ini. kenapa seusia sekarang ini sudah sibuk memikirkan politik padahal status mereka masih seorang Mahasiswa? aku kembali teringat nasehat seorang Guruku, ‘janganlah kamu ikut-ikutan politik anakku, berikan kepada mereka yang lebih tau masalah ini, tugasmu hanya belajar rajin-rajin, nanti suatu saat ada masanya kamu berpolitik kalau memang kesana arahmu.” begitu tuturnya.

Nah, ‘No More Politic.” Katanya lagi.

Alor Star, 18 Lrg Pahlawan, 27 Maret 2011 ( 18:03)

Shahrul Zein Harahap

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s