Urusanku Kandas di Konsulat Penang

Posted on Updated on

Gedung Komtar Pencakar Langit

Pagi yang cerah  kembali menyapa kehidupan manusia. Sinar matahari sedikit demi sedikit mulai keluar dari persembunyiannya. Fawaz tampak bersiap-siap dan berkemas-kemas sambil menyetrika pakain kesukaannya. hari ini, Fawaz, begitulah orang memangilku, ingin berjalan jauh ke salah satu tempat bersejarah di bagian utara semenanjung Malaysia untuk suatu urusan penting, tempat ini terkenal dengan pulau terindah ke seppuluh di dunia, seperti laporan berita yang pernah aku baca dalam Koran berbasa melayu. Selain daripada itu, pulau tersebut telah menjadi pilihan pelanjong asing untuk sekedar menikmati keindahan alam sekitar dan kenyaman pulau itu. pulau itu juga sudah menjadi pilihan tenaga kerja Indonesia untuk mengais rezki.  dengan banyaknya rakyat Indonesia disana yang sedang bekerja dan para pelanjong mancanegara, membuat Pihak Konsulat Indonesia membuka salah satu cabang konsulat di pulau itu untuk memudahkan segala urusan imigrasi. kaum China merupakan penduduk paling banyak di pulau itu diikuti kaum India dan Melayu, hampir setiap kali berjalan kelihatan warung-warung orang china dan india selalu mendominasi dibanding  warung kaum Melayu. Maka tak heranlah pulau itu di sebut juga pusat kaum China. Pulau itu di kenal dengan pulau Penang.

Aku sudah melangkah dari rumah menuju terminal bus shahab perdana di kota Alor Star kedah. Sebelum menuju ke terminal, aku harus menunggu bus  Mara Liner di halte yang tidak jauh dari rumahku. Dengan membayar ongkos hanya seringgit, aku sudah bisa  menaiki bus itu, dalam perjalanan hanya sekitar 10 menit, aku sudah sampai di terminal. Jam telah menunjukkan pukul 08:00 pagi waktu setempat, perutku terasa lapar pagi itu. aku langsung menuju warung dekat terminal itu. ‘’ Mak ci, nasi lemak 2, makan sini, minum teh tarik dan air suam.’’ Tak lama kemudian pesanan telah terhidang, Bismillah, Dengan penuh kesyukuran, pagi itu  aku masih bisa mencicipi nikmatnya makan, Alhamdulillah ya Rabb, ungkapku dalam hati.

Seusai  sarapan, aku terus menuju ke loket pembelian tiket, dan langsung beli tiket tujuan Butterworth -Penang. “Pak ci, Butterwort, seorang, berapa? Rm 10 sahaja,” dengan membayar 10 ringgit, aku dapat tiket bus Transnational bertinggkat dua, aku harus menunggu sekitar 10 menit sebelum berangkat, dengan duduk santai sambil sesekali mengecek HP, dan minum air meniral, Akhirnya bus pun sudah siap mau berangkat, tapi yang lucunya, aku salah masuk lorong, akhirnya salah naik bus, sebelum berangkat, si konduktor mengecek tiket masing-masing penumpang, aku pun baru nyadar bus yang  kunaiki itu salah, lalu si konduktor bilang, bus kamu di lorong paling ujung sana, terpaksa aku turun dengan rasa malu menuju bus sebelahnya. Aku pun menaiki bus itu dengan memberikan tiket dan langsung naik ke tinggkat dua bus itu. tak lama kemudian bus itu sudah bergerak perlahan-lahan sampai akhirnya aku duduk tenang dan sambil menikmati pemandangan dari tinggkat dua bus itu, perjalanan ke Penang memakan waktu sekitar 1 jam setengah, melalui jalan  hingway. Dengan sejuknya as bus membuat para penumpang banyak tertidur plus mendengkur  …hehehe.

Hampir satu jam setengah dalam perjalanan, aku sudah sampai di terminal Butterworth Penang, perjalanan selanjutnya, aku harus menyeberangi laut dengan kapal Feri yang beroperasi setiap seppuluh menit. dengan membayar duit syiling 1 ringgit 20 sen di pintu masuk, aku sudah bisa berlayar dengan kapal Feri selama 15 menit sampai ke pulau. Sesampainya di pulau, aku melanjutkan perjalanan dengan menaiki bus rapid penang sesuai dengan jurusan masing-masing, aku  langsung menaiki bus 101 tujuan Konsulat Jenderal Indonesia. Hari ini, aku ingin mengurus passport yang hampir habis masa berlakunya, aku sekarang sedang belajar di salah satu Universitas di bagian utara semananjung Malaysia. InsyaAllah dalam waktu dekat aku akan selesai menuntut di Universitas itu, tapi apa mau di kata, sebelum aku selesai menuntut, passportku sudah duluan selesai, jadi mau tak mau harus di perbaharui dulu, agar segala urusan tidak terganggu. Perjalananku ke penang bukan semata-mata untuk bersuka-suka. Tapi  Ingin menyelesaikan urusanku dengan pihak konsulat.

Di dalam bus aku melihat wajah bercampur-campur, di salah satu sudut bus paling belakang, aku melihat seorang wanita berjilbab warna hijau. aku sangat mengenali wajah itu, wajah itu tampak kayak saudaraku yang berasal dari jawa sana, apa benar ia pekerja atau pelajar  disini? aku masih dalam keadaan ragu. Tapi aku yakin dari cara dia berpakain, berbicara, dari wajahnya, aku kenal sekali orang itu bersuku jawa. Kemudian tanpa kudaga, rupanya tujuan kami sama-sama ingin ke konsulat. Aku turun dia pun ikut turun. Lalu aku memberanikan diri menyapanya, ‘’ Anda dari Indonesia ya?” dengan nada agak terbata-bata ia menjawab, ‘’ia aku dari jawa.’’ Katanya dengan tersenyum malu-malu. Terus aku bertanya lagi,’’ Anda ada urasan apa kemari?’’ ‘’mau ngurus passport, passportku sudah hampir expired semantara pengajianku belum selesai.’’  “wah, sama donk tujuan kita,’’ aku juga pengen ngurus passport kemari,’’  “Mbak ini kuliah dimana?’’ dibagian utara Malaysia tepatnya di UUM.’’ Oh, aku juga tidak terlalu jauh dari sana.’’ Oh.. yang di Alor Star itu ya? betul sekali.. kok mbak tau?” “di sana ada familyku, jadi, aku agak sering kesana dan sedikit banyaknya aku tau daerah disana.” “Oh begitu ya, yasudalah, salam kenal ya, iya sama-sama. Ehmm kayak main facebook aja, ungkapnya sedikit menahan tawa.

Aku pun memasuki pintu gerbang konsulat itu, sebelum masuk, aku nampak tulisan yang tidak pernah aku lihat selama aku berada di Malaysia, tulisan itu mengingatkanku kembali masa aku belajar di Indonesia. Tulisan itu ialah‘’ Tamu Wajib Lapor’’ tepatnya berada di depan pos satpam konsulat itu. Aku pun mengahadap terlebih dahulu dengan mengisi buku tamu. Kemudian aku berjalan tidak jauh dari pos satpam ke kantor konsulat itu. disana tampak orang sedang sibuk ngantri, menulis formulir, dan ada juga yang sedang menunggu namanya di panggil. Aku baru tiba disana pukul 11:30, aku langsung menuju kantor pengurusan bagian passport, lalu aku bertanya pada si petugas, Pak, saya mau renew passport,’’ dengan nada agak marah, si petugas menjawab, sekarang semua urusan tidak kami layani lagi, anda telah terlambat 5 minit, terus aku berhujjah, kok bisa terlambat  pak, sekarang baru jam 11:30 sementara jelas-jelas di pintu masuk, ada pengumuman segala urusan bermula dari jam 08:00 pagi sampai 12:00 siang, kenapa saya gak bisa berurusan lagi pak? Tanpa ada keterangan yang jelas, malah si petugas itu tambah mengangkat suaranya semakin marah-marah. Yasudalah aku pun pergi meniggalkan kantor itu penuh dengan rasa kekesalan, dan kurang puas hati.

Kekecewaan masih bermain di dalam benakku seketika, aku kadang bertanya kenapa urusan imigrasi selalu ada saja masalahnya, ini itu lah… macam-macam masalah yang tak terduga, maka tidak heran lagi, hampir semua kawan-kawan aku satu kampus pernah mengalami hal yang agak sama, lantas kenapa pula, kalau kayak si Gayus gampang saja berurusan dengan pihak imigrasi sekalipun dia masih berstatus tahanan. Kenapa harus terjadi ini semua? Ada apa dengan Negaraku? Yuk bangkitlah bangsaku dari keterpurukan. Ternyata begitulah perjalananku hari ini, tidak sesuai dengan apa yang aku harapkan, memang itulah hakikatnya. Manusia hanya mampu merancang, tapi Allah jualah yang menentukan. Aku yakin ini sudah menjadi takdir dari Allah.

Akhirnya kuputuskan untuk pulang  saat itu ke Alor Star, tapi sebelum aku pulang, ku sempatkan jalan-jalan di pusat kota pulau itu. aku kembali menaiki bus 101 tujuan jetty, aku turun di Komtar, Komtar merupakan pusat beli belah, seperti pakaian kurung ala melayu, kerajinan tangan orang melayu, dan barang-barang koleksi jaman dalu. Komtar begitu tinggi kelihatan, nampak kayak roket yang sudah siap meluncur. Disana ada juga makanan khas orang hindu Islam, mereka panggil dengan sebutan nasi kandar, nasi beryani dan lain-lain. Siang itu, perutku kembali lapar, nasi kandar adalah sasaranku. Yah sungguh sedap. Begitu habis makan, rasanya pengen tak mau bergerak, Seolah aku baru mengghabiskan tiga piring nasi yang selalu kita makan, padahal aku baru makan satu piring nasi kandar. Itu baru nasi kandar, belum nasi beryani, lagi sedap katanya.

Setelah penat berjalan di pusat kota itu, saatnya aku kembali ke Alor Star, aku kembali menaiki bus 101 tujuan jetty. Tak lama kemudian aku sampai di terminal, sekarang waktunya sholat zhuhur, aku langsung menuju masjid terapung yang tidak jauh dari terminal itu. masjid itu indah sekali, kiri kanan dihiasi pemandangan laut yang terhampar luas, perahu-perahu nelayan tampak berlayar secara perlahan-lahan sesakali di hantam ombak, perahu itu seolah nampak mengikuti irama ombak tersebut. bismillah, aku baca niat lalu berwudhu, kemudian aku sholat zhuhur berjamaah, dengan empat  kali berdiri dan di akhiri salam, para jamaah sudah usai melaksanakan kewajibannya pada Allah. Aku beranjak dari tempat aku sholat, hatiku terasa sejuk, lupa akan segala kerenah dunia, tenteram, aman, damai dan sentosa serta penuh syahdu. Subhanallah.

Aku melangkah dari masjid dan menuju ke terminal. Alor Star… Alor Star… Alor Star.. suara itu sudah kedengar semenjak aku turun dari masjid, suara itu jelas suara si agen yang ingin berebut penumpang. Ya.. akupun menghiraukan si agen yang tak resmi, aku langsung menuju loket, ku belikan tiket tujuan Alor star.. Bismillah aku menaiki bus…

Iklan

2 thoughts on “Urusanku Kandas di Konsulat Penang

    nobody said:
    Februari 23, 2011 pukul 8:46 am

    Kekuatan FreeMason Yahudi bermain di balik aksi Anggodo, Gayus, dll.?
    Semua orang sepertinya berusaha untuk saling menutupi agar kedok anggota mafia FreeMason utamanya tidak sampai terbongkar.
    Jika memang benar demikian, maka tidak akan ada yang bisa menangkap dan mengadili Gembong tersebut -di dunia ini- selain Mahkamah Khilafah!
    Mari Bersatu, tegakkan Khilafah!
    Mari hancurkan Sistem Jahiliyah dan terapkan Sistem Islam, mulai dari keluarga kita sendiri!

      s4hrul responded:
      Februari 23, 2011 pukul 4:37 pm

      Setuju Mas,
      terima kasih atas tambahannya,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s