Ilmu dan Pembagiannya

Posted on Updated on

Ilustrasi

Apa sih ilmu itu? semua orang berbicara mengenai ilmu, mau pintar dengan ilmu, mau jadi orang hebat dengan ilmu, mau sukses dunia  dan akhirat dengan ilmu, seperti sabda Rasullullah S.A.W.  ‘’barang siapa menginginkan dunia harus dengan ilmu, barang siapa menginginkan akhirat harus dengan ilmu, dan barang siapa menginginkan keduanya harus dengan ilmu.’’  Nah, semakin jelaslah, semua harus tergantung dengan ilmu, mau dunia atau akhirat? Berhadapan dengan ilmu dulu,  biar ada penerang jalan. selama kita berada di dunia harus mencari ilmu. kapan, dimana, dan dalam kondisi apa pun. Bagaimana mungkin pandai tanpa membaca, bagaimana mungkin membaca tanpa buku, bagaimana mungkin ada buku tanpa si penulis & si pengarang, bagaimana mungkin  menulis & mengarang  tanpa ada Ilmu, dan bagaimana munking semua itu terjadi tanpa ada yang Maha Alim dan Maha Tahu  disana.

Ilmu menurut pengertian bahasa adalah pengetahuan kebenaran sesuatu atau sifatnya. Dan dalam  bentuk istilah, tergantung kepada bidang masing-masing, seperti contoh bidang berikut:

1.       Ulama Syari’ah mengatakan: Ilmu adalah pengetahuan terhadap halal dan haram.

2.       Ulama Almutakallimin (Aqidah): Ilmu adalah pengetahuan terhadap sifat-sifat Allah.

3.       Ulama Falsafah : Ilmu adalah pengetahuan sesuatu atas imajinasi akal manusia.

Kepenting Ilmu menurut konteks Al-Qur’an

Di dalam Al-Qur’an,  Allah telah  berfirman sebanyak 865 kali mengenai kepentingan dan keluasan ilmu, menunjukkan kepada ummatNYA betapa pentingnya ilmu dalam mengarungi kehidupan. Seperti dalam aspek berikut:

1.       Untuk  ma’rifatull Allah dan mentauhidkan Allah. ‘’ ketahuilah sesungguhnya tiada tuhan selain Allah’’.

2.       Untuk keshohihan ibadah ummat manusia.

3.       Untuk mengetahui halal dah haram.

4.       Untuk merenungi ciptaan Allah dan mengambil palajaran darinya.

Keutamaan Ilmu dan kemuliaannya

Di dalam Al-Qur’an Allah telah banyak berfirman tentang keutamaan ilmu seperti berikut:

1-      Sesungguhnya ilmu merupakan salah satu dari sifat Allah sebagaimana telah banyak di sebutkan dalam firmannya ‘’ InnahU kana Aliman Qodira’’ sesungguhnya Allah Maha Tahu dan Maha Berkuasa.

2-      Ilmu telah mengangungkan Adam di sisi para Malaikat dan Jin, sehingga Malaikat dan Jin disuruh bersujud kepada adam, tapi Jin telah enggan bersujud ‘’ Aku lebih afdhal dari Adam, Aku tercipta dari api, sementara adam dari tanah, dan api itu lebih tinggi kedudukannya dari tanah,’’ kata syaithan.

3-      Ilmu telah mengangkat derajat seseorang Ulama. sekalipun dia miskin, cahaya keberkatan ilmu yang Allah anugrahkan tidak akan pernah pudar bersama kemiskinannya.

4-      Para Malaikat dan Ulama telah menyaksikan ketahuidan Allah

5-      Apakah sama orang yang tahu dengan yang tidak tahu? Tentunya,  pertanyaan ini membedakan

antara orang berilmu dengan tidak berilmu selamanya tidak akan pernah sama.

Pada dasarnya ilmu itu dibagi kepada dua bagian yaitu:

1.       Ilmu Allah.

Sesungguhnya ilmu Allah sangat luas, Allah maha mengetahui secara bathin dan zhohir, sesuatu yang belum terjadi dan yang akan terjadi, sesuatu yang masih dalam hati, belum diucapkan, sesuatu yang rahasia dan yang mau di rahasiakan, gerak-gerik manusia, bahkan segala dedaunan yang jatuh diatas permukaan bumi tidak luput dari pantauan-NYA,  subhanallah.

Nah, oleh sebab itu, setiap Insan sudah seharusnya mendekatkan diri kepada Allah, menimbulkan rasa takut kepada Allah, bukan kepada Manusia. Tidak ada yang lebih takut kepada Allah kecuali mereka Ulama. Allah berfirman, ‘’ sesungguhnya orang yang paling takut terhadap Allah adalah mereka para Ulama.’’  Selanjutnya menjalankan syari’at Allah S.W.T  seperti hukum-hukum syariah,  hukum halal dan haram. Disamping itu, kita harus mempersiapkan diri untuk menghadap Rabb dan percaya akan adanya hari pembalasan. Agar jauh-jauh hari lagi semua bekal akhirat sudah kita persiapkan di dunia.

2.       Ilmu Makhluk.

Allah telah menganugrahkan ilmu kepada Makhlunya, agar dapat menjadi kholifah di muka bumi ini. Ilmu Makhluk dibagi kepada dua bagian:

1.       Ilmu yang  Allah Anugrahkan dan ilhamkan kepada Manusia sejak ia lahir melalui Ilmu Fitrah dan Ilmu syar’I (Wahyu kepada Rasul-Rasul)

2.       Ilmu Al kasbi (Ilmu yang dicari oleh Manusia itu sendiri), melalui persekolahan, pendidikan orang tua, pengaruh lingkungan dll. dibagi kepada, ilmu Al-Kasbi Al-mahmud ( terpuji) dan Ilmu Al-kasbi Al-Mazmum ( tercela).

Tiada bandingannya  ilmu Allah dengan  Ilmu penduduk muka bumi ini,  ilmu Manusia hanya sekedar tetesan air di lautan, bila kita celupkan jari telunjuk kedalam laut, lalu angkat, Ilmu Manusia hanya sekedar tetesan air yang jatuh dari jari telunjuk. Ilmu tidak akan pernah habis semakin dikaji, semakin rumit dan dalam. Yuk,  Kita selami samudra ilmu yang tiada batasanya.

Trakhir sekali, saya mohon maaf, apabila banyak didapati  kesalahan dan bukan maksud saya menggurui kita semua, hanya mau sharing dan belajar mengekspresikan pemahanan dalam tulisanan.

Rujukan:

Tafsir Maudhu’I Baina Ta’shil Wa Tamshil.

Alor  Star, Sabtu(15/01/2010)

Sahrul Muda Harahap

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s