Apabila Sakit Datang Menimpa

Posted on Updated on

Ali seorang mahasiswa tengah sakit di kosannya. sudah seminggu masih tetap berbaring di kasurnya yang dah kusam itu. tidak banyak bicara, lesu, lemah, tidak semangat, makan tidak selara apalagi mau bergerak susah rasanya.

Sahabatnya, Indra yang selalu meyediakan makan, minum untuk Ali. Indra jugalah yang merawat dan membelikan ubat buat Ali. memang Indra satu-satunya sahabat karibnya yang selalu peduli dan perhatian, baik waktu sakit dan sehat, karena indra menganggap persabatan itu adalah segelanya baginya. seperti puisi ini ”sahabat adalah kebutuhan jiwa, yang mesti terpenuhi. Dialah ladang hati, yang kamu taburi dengan kasih dan kamu panen dengan penuh rasa terima kasih.”

Sakitnya Ali membuat dia selalu teringat sama kampung halaman terutama pada Ibu, dia masih ingat masa sakit dulu dirumah, Ibunya selalu memanjakannya, menyuapi makanan, mengulas-ulas kepalanya ” sabar anakku sebentar lagi sembuh kok, jangan lupa makan obat ya” pokonya perasaan Ali tidak terlalu luka seperti sekarang. Ibu jauh disana, adik-adikny yang imut juga tidak berada disampinnya, biasanya adik2nya lah yang memeriahkan suasana saling bercanda dan kejar-kejaran, kini semuanya sepi. sudah nasib Anak Kos’an seperti ini’ mau nelpn orang tua’ takut. n’ntar mereka merasa gak tenang pula. serba salah jadinya. dahlah diamin aja. semoga cepat sembuh Ya Allah. ujarnya dalam hati.

Malam itu Ali berusaha  untuk mendirikan sholat tahujjud, ketika orang sedang tidur nyenyak. Ali yang masih sakit dengan tekat dan niat yang kuat berusaha untuk menghadap Rabbnya. malam itu berharap sakitnya cepat disembuhkan. AllahuAkkbar, Ali mengangakat kedua tangannya lalu dia sholat tahujjud dengan segala kekhusa’annya. Assalmualaikum, Ali memalingkan muka ke kanan dan kekiri seraya mengusap mukanya dan mengucapkan alahamdulillah. sholatnya sudah selesai” Ali tidak lupa memanjatkan do’a ..agar sakitnya sembuh. Bismillahirahmanirrahim Ya Allah”  yang menghilangkan kepayahan! Sembuhkanlah aku kerana Engkaulah penyembuh, tiada penyembuh lain melainkan Engkaulah saja, suatu penyembuhan yang tiada meninggalkan penyakit.

Ya Allah Lenyapkanlah kepayahan daripadaku, duhai Tuhan manusia! Di tanganMulah penyembuhan itu, tiada yang dapat melenyapkan penyakit itu melainkan Engkaulah saja!..

Amien.. Allohumma Amien

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s